Berita TerbaruNasionalPeristiwaPolitikRagamRedaksi

Tokoh Tionghoa Indonesia Lakukan Temu Ramah Dengan Wakil Bupati Deli Serdang

Medan Badainews.com- Wakil Bupati Deli Serdang H M Ali Yusuf Siregar menghadiri acara temu ramah dengan Tokoh Tionghoa Provinsi Sumatera Utara di Gedung Mitsu Kampus STBA – PIA Jalan K L Yos Sudarso, Kota Medan, pada hari Jum’at Kemarin (08/04/2022) Malam.

Pada kegiatan tersebut turut di hadiri Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA) Kemdikbud, Riset dan Teknologi, Syamsul Hadi SH MM, Presidum MITSU Tansari Chandra, Ketua Perhimpunan Masyarakat Tionghoa Provinsi Sumut Juswan Tjoe, Ketua Yayasan Istana Harta Lima Penjuru Kwik Sam Ho, Pembina Yayasan Istana Harta lima Penjuru Ade Chandra SH MM, Wakil Bupati juga di dampingi Sekretaris Badan Kesbangpol Surya Bangun Muda S Sos, Sekretaris Dinas Budporapar Suriadi S Sos, Kabag Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Mukti Ali Harahap SAg M Si.

Dalam kesempatan tersebut,Wakil Bupati mengatakan kebudayaan merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan umat manusia, Karenanya, harus di tingkatkan dan di kembangkan dari waktu ke waktu, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sangat mengapresiasi kegiatan perayaan ritual cheng beng Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022 yang di laksanakan oleh saudara – saudara kita masyarakat tionghoa di tempat ini.

” Karena sudah sepatutnya kita mendorong dan mendukung segala bentuk upaya yang bertujuan untuk kemajuan dan peningkatan pembangunan kebudayaan yang menjadikan tradisi sebagai pondasi untuk mempererat rasa persaudaraan dalam semangat kebersamaan,” Kata Wakil Bupati.

Cheng beng adalah ritual tahunan ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan leluhur yang dilakukan saudara – saudara kita etnis tionghoa, Perayaan ritual cheng beng biasanya dilaksanakan pada hari ke 104 setelah titik balik matahari di musim dingin, Festival yang jatuh dari tanggal 26 maret hingga 15 april ini, sangat memperlihatkan sisi budaya dan kepercayaan masyarakat tionghoa yang kental dan unik,”Jelas Wakil Bupati.

Tentunya ini memiliki arti yang penting dan bermakna strategis bagi masyarakat tionghoa, karena di samping mempererat hubungan silaturahim antar sesama etnis tionghoa, juga sebagai upaya bersama dalam menjaga, melestarikan dan sekaligus mewariskan budaya ini kepada generasi penerus selanjutnya,”Harap Wakil Bupati. (MC.Badsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *